Tampilkan postingan dengan label alam gunungkidul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alam gunungkidul. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Februari 2014

Aku Abu Gunungkidul

"Bundaran Siyono 06.05"
Malam itu Kamis, 13 Februari 2014, dalam suasana hening tiba-tiba terdengar gemuruh. Sontak hening kami berubah riuh. Lindu! Itulah yang terbersit seketika. Beberapa detik tak terdengar lagi dan selanjutnya tanpa henti. Di luar rumah semua mata menghadap ke arah timur, kearah sumber suara ledakan demi ledakan bersahutan. Kelud “Njeblug”!!!
Tak ada yang bisa kami pandang selain gelap. Walau beberapa warga bersaksi melihat pendar kemerahan di atas langit timur jauh. 

Kami hanya diam menikmati, sambil kadang berceloteh tentang imajinasi kami atas ledakan demi ledakan yang tak kunjung usai kami dengar.

Selasa, 28 Januari 2014

Ayo "Tuku" Gunungkidul

"Di Angkringan pinggir jalan"
Dalam diskusi Angkringan bersama KPH. Wironegoro dan atau FKK DIY yang di fasilitasi FKK Gunungkidul, 27 Januari 2014, yang bisa saya simpulkan dari semua dialog dan argumentasi atas banyaknya rencana adalah AYO TUKU GUNUNGKIDUL. "Tuku atau Membeli" yang saya artikan sebagai keinginan untuk memiliki dan lalu “ngopeni” segala sesuatu yang menjadi dasar karakter budaya di dalamnya. Berbagai isu di munculkan untuk mendapatkan semacam "grand design" yang tepat dalam ikut memberi masukan untuk “membeli” Gunungkidul. 

Jumat, 10 Januari 2014

ENSIKLOPEDI GUNUNGKIDUL - Dari Mitos Menggapai Etos

"Dari Mitos Menggapai Etos"
“Memaknai dan memahami sesuatu tidak bisa di lakukan hanya dengan melihat apa yang tengah terjadi. Untuk bisa mengerti suatu hal, tidak bisa pula hanya dengan melihat dari satu sisi.
Masyarakat, alam, dengan segala aneka budayanya bukanlah hasil dari sebuah sim salabim. Tetapi terbentuk  dari perjalanan dengan jarak dan rentang waktu yang begitu panjang.”

Demikian beberapa kalimat yang saya penggal dari Kata Pengatar Penulis Buku Ensiklopedia Gunungkidul terbitan Pertama Desember 2013. Yang boleh saya artikan bahwa memang dalam memandang segala hal untuk sebaiknya bijak menyikapi. Sesuatu hal bisa ada karena sebab-sebab yang sebenarnya sangat bisa di logika. Apa, Mengapa dan Bagaimana adalah penelisikan sederhana untuk melihat segala sesuatu itu exis dan di percaya.